Friday, May 6, 2022

BULI

' Indra bukcle up please..'
' Dik awak ni bodoh ke..'
' Dik please buckle up..'
' Oi Mangkuk, stupid, bodoh punya Houseman..'
' What the F...'

Ayat-ayat ni pernah buat aku tacing banyak kali, rasa tak gune, tak pandai, sampai macam ada PTSD kalau dengar perkataan buckle up(terutamanya). Memang confirm air mata jantan mengalir setiap kali MO ucapkan perkataan tu.

The thing is, u asked us to buckle up, tapi tak ajar how to. Please do, and better that way. Just saying buckle up, u're leaving us di kayangan, tak tahu apa yg salah, apa yg betul. Rasa dah buat betul tapi rupanya salah, then just say the word, without guidance.

When u said we are stupid, bodoh, mangkuk, jangan hanya tahu nak keluarkan foul words without guidance, again. Ada yg extreme jenis baling fail pesakit, yg ketuk kepala, yg threaten nak extend. Amendela.

Tapi tak semua busuk, ada MO yang baik hati, macam sorang Dr ni, Dr Aiman Zainal, dia tahu aku tak pandai review, dia ajar satu-satu, explain sebab dan sebagainya. Alhamdulillah, I am very grateful to you.

Mungkin sebab orang-orang baik ni aku bertahan.

We can be garang, tapi bertempat, with guidance, bukan garang tak tentu pasal dan banyak mencarut. And I understand it really well, sometimes kena ada MO/Specialist yang garang sbb kita deal dengan nyawa.

Garang itu perlu, tapi jangan sampai membuli. Samada perkataan atau perbuatan.

Stop with this culture, create a better environment.

#stopbullying